GERAKAN KENDARI MENGAJAR BANTU ANAK PUTUS SEKOLAH TETAP BELAJAR
Pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan beragam. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya reformasi, kesenjangan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan masih menjadi masalah utama. Di daerah terpencil, banyak sekolah yang kekurangan fasilitas, guru, bahkan bangunan layak.
Sementara itu, di kota-kota besar, persaingan yang tidak sehat dan komersialisasi pendidikan turut memperburuk kualitas pembelajaran. Kurikulum yang kerap berubah tanpa evaluasi mendalam juga membuat siswa dan guru kesulitan beradaptasi. Masalah-masalah ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan Indonesia memerlukan perbaikan menyeluruh agar mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
![]() |
| Sumber: https://www.instagram.com/an_asniwunnopa/ Modified by Punyasegala |
Kesenjangan Pendidikan Di Kota Besar Dengan Daerah Pedalaman Atau Terpencil
Kesenjangan pendidikan antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa masih menjadi persoalan serius dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi memiliki akses pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan wilayah-wilayah di luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Perbedaan ini tampak jelas dari segi infrastruktur, kualitas tenaga pengajar, dan fasilitas belajar.
Di Pulau Jawa, sekolah-sekolah umumnya memiliki bangunan yang layak, akses internet, buku pelajaran yang memadai, serta tenaga pengajar yang berkualifikasi. Sebaliknya, di luar Pulau Jawa, terutama di daerah terpencil dan pedalaman, masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas dasar, seperti ruang kelas, listrik, air bersih, bahkan guru tetap. Tidak sedikit siswa yang harus berjalan berjam-jam untuk mencapai sekolah, dengan kondisi jalan yang sulit dan tidak aman.
Distribusi guru juga sangat timpang. Banyak guru lebih memilih mengajar di kota besar di Pulau Jawa karena fasilitas dan tunjangan yang lebih baik, sementara di luar Jawa, guru sering kali berasal dari luar daerah dan enggan menetap dalam jangka panjang. Akibatnya, proses pembelajaran di luar Jawa menjadi tidak optimal.
Kesenjangan ini berdampak pada perbedaan mutu pendidikan dan hasil belajar siswa. Skor ujian nasional dan capaian pendidikan di luar Jawa cenderung lebih rendah. Untuk mengatasinya, diperlukan kebijakan afirmatif dan pemerataan sumber daya pendidikan agar seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang setara dalam meraih pendidikan berkualitas.
Bahkan banyak anak-anak di daerah terpencil atau pedalaman yang belum bisa membaca, menulis saat masuk usia akhir sekolah dasar. Lebih parah lagi fasilitas yang tidak memadai dan akses menuju sekolah yang memprihatinkan, membuat banyak anak-anak pedalaman putus sekolahnya.
Kejadian menyedihkan tersebut mendorong kepedulian banyak pihak untuk membentuk komunitas yang fokus pada bidang pendidikan. Salah satu contohnya adalah Asniwun Nopa, yang terinspirasi untuk mendirikan Gerakan Kendari Mengajar (GKM).
Gerakan Kendari Mengajar (GKM) Bantu Anak-Anak Putus Sekolah Tetap Belajar
Gerakan Kendari Mengajar (GKM) lahir dari keprihatinan akan keterbatasan akses terhadap dunia pendidikan di daerah Kendari. Awal mulanya adalah adanya pertemuan empat komunitas pendidikan dan literasi di kota Kendari. Dan Asniwun Nopa bergabung menjadi salah satu anggotanya. Akhirnya lahirlah komunitas pendidikan ini pada 23 Juni 2013.
Komunitas pendidikan ini adalah organisasi nirlaba yang hadir dengan tujuan utama membantu anak-anak dan generasi muda agar memiliki masa depan yang lebih cerah melalui kegiatan edukatif dan inspiratif. Dengan mengusung slogan Mengajar, Mendidik, Menginspirasi, GKM terus aktif merekrut relawan yang kemudian dibekali pelatihan secara rutin guna memastikan keberlangsungan program yang dijalankan.
![]() |
| Sumber: https://www.instagram.com/an_asniwunnopa/ |
Awal tahun berdiri, Asni, panggilan akrabnya, bersama sukarelawan GKM lainnya melakukan survey ke setiap sudut kota Kendari untuk menentukan daerah yang layak untuk menjadi target kegiatan Gerakan Kendari Mengajar. Targetnya adalah daerah terpencil dengan akses dan fasilitas umum yang masih terbatas dan kurang memadai. Serta daerah yang anak-anak usia sekolahnya belum mendapatkan hak pendidikannya secara maksimal.
Pada tahun 2021, Gerakan Kendari Mengajar sudah memiliki 5 daerah binaan dan sampai saat ini masih aktif berkegiatan dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas, organisasi mahasiswa, pihak pemerintah dan bahkan dengan pihak swasta. Semuanya sama-sama bersinergi untuk mendukung pendidikan yang lebih baik di daerah Kendari.
Selama perjalanannya, GKM telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti GKM Games Competition, GKM Fun Camp, Gerakan 1000 Seragam Sekolah (GERAKAN SERASA), Gerakan 1000 Buku Tulis (GSBT), hingga program One Man, One Book. Tak hanya itu, mereka juga berpartisipasi dalam Ekspedisi Nusantara Jaya, menggelar talkshow edukatif, pameran foto, kelas seni, kelas mendongeng, dan kegiatan literasi lainnya.
![]() |
| Sumber: https://www.instagram.com/an_asniwunnopa/ |
GKM juga membangun taman baca dan mendistribusikan buku ke berbagai lokasi di Sulawesi Tenggara, serta mengadakan kegiatan belajar untuk anak-anak usia dini di wilayah pinggiran Kota Kendari. Melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, seperti pelatihan mendongeng dengan media layar, mereka berhasil menarik minat belajar anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Asni, bersama GKM juga rutin mengadakan seminar, webinar, dan pelatihan untuk anak muda. Selain fokus di pendidikan, GKM turut berperan dalam aksi sosial seperti bantuan bencana dan kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Kantor Bahasa Sultra.
Baru-baru ini, Gerakan Kendari Mengajar berkolaborasi dengan Sultra Island Care (SIC) dan JaWAra Internet Sehat Sultra dan menggelar kegiatan bersama dengan tema Aku Paham Literasi Digital (Akurat) di Kecamatan Towea Kabupaten Muna.
Kegiatan yang melibatkan Siswa Sekolah Dasar (SD), Siswa SMP, serta MAS melaksanakan berbagai kegiatan inti yang sangat bermanfaat untuk mendorong anak-anak lebih berkembang. Mulai dari kegiatan kelas dongeng, kelas hoax dan cyber bullying untuk tingkat SD. Kegiatan-kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi anak-anak di Kendari.
Asniwun Nopa, Gerakan Kendari Mengajar, dan SATU Indonesia Awards
Kegigihan Asniwun Nopa dalam membantu anak-anak di Kendari yang mengalami putus sekolah, mengantarkannya sebagai salah satu Penerima SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia Award pada tahun 2018 dalam kategori Pendidikan.
SATU Awards merupakan ajang apresiasi penghargaan yang diberikan oleh Astra, kepada para generasi muda Indonesia, baik individu maupun kelompok, yang sudah memberikan kontribusi dan kepeloporan kepada masyarakat dalam suatu bidang. Acara ini diberikan secara rutin setiap tahun dalam berbagai bidang, mulai dari bidang kesehatan, teknologi, pendidikan, lingkungan, bahkan dalam bidang kewirausahaan.
Kehadiran Gerakan Kendari Mengajar (GKM) telah banyak membantu anak di Kendari yang putus sekolah kini bisa membaca, menulis, dan berhitung. Diharapkan, inisiatif ini menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk turut memajukan pendidikan di Indonesia. Sekecil apapun kontribusinya pasti akan memberikan dampak baik bagi pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak di pedalaman atau daerah terpencil yang akses dan fasilitasnya masih sangat terbatas saat ini.
#APA2025-PLM
Referensi:
https://penasultra.com/kolaborasi-3-elemen-sosialisasikan-literasi-digital-di-pulau-towea/
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/09/20/asniwun-nopa-aksi-nyata-bersama-gerakan-kendari-mengajar
https://banyuwangi.viva.co.id/peristiwa/7937-gerakan-kendari-mengajar-menjangkau-yang-terpinggirkan-mendidik-untuk-masa-depan
https://kumparan.com/kendarinesia/gerakan-kendari-mengajar-bangun-dunia-pendidikan-di-pinggiran-kota-1veyIUApf6J/3
https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/berita-detail/971/pelatihan-mendongeng-bersama-anak-anak-warga-puuwatu
https://sulsel.fajar.co.id/2021/07/31/tips-pembelajaran-daring-yang-menarik/
https://sultra.antaranews.com/berita/278049/garuda-gkm-gagas-1000-buku-tulis-sd



0 comments